Kamis, 19 April 2012

PELATJURDAS


Pelatjurdas, atau kepanjangan dari Pelatihan Jurnalistik Dasar, adalah suatu bentuk pelatihan yang didasarkan pada kejurnalistikan tingkat dasar
Tidak banyak yang bisa saya ceritakan disini, hanya berbagi sedikit pengalaman tentang apa yang saya dapatkan dalam pelatihan ini. Mulai dari open recruitment, screening, pelatihan dan yang terakhir adalah KPP.
Pengumpulan berkas,
Tak ada minat yang terlalu besar bagi saya dalam mengikuti pelatihan ini, hanya saja banyak pula teman saya yang ingin mengikuti pelatihan ini. Bagi saya mengikuti pelatihan ini hanya ajang iseng-iseng saja atau hanya coba-coba, karena kejurnalistikan bukanlah dunia saya sebenarnya. Pengumpulan berkasnya pun seperti administrasi pada umumnya, diantaranya adalah foto, essay pengenalan diri dan essay kondisi kekinian ITS.
Screening
Setelah melewati tahap pengumpulan berkas, beberapa minggu kemudian adalah screening. Dalam screening ini dibuat semenarik mungkin dan sangat menyenangkan. Saat pengenalan diripun dibuat dengan menggunakan bahasa Inggris dan peserta dituntut semenarik mungkin untuk memperkenalkan dirinya. Bisa bernyanyi, puisi, dialog atau yang lain. Setelah perkenalan diri adalah tannya jawab, hal yang ditanyakan pun bermacam-macam, mulai dari pelatjurdas, wawasan pers, essay yang sudah ditulis dan wawasan tentang ITS. Setelah itu, peserta dituntut untuk mendiskripsikan atau mempromosikan suatu barang dengan gaya out of the box.
Pelatihan
Dalam screening, peserta disaring dan yang lolos, berhak mengikuti pelatihan. Pelatihannya sangat menyenangkan, meski bagi saya ada juga yang membuat saya jenuh, karena dari awal saya memang tidak begitu tertarik untuk mengikuti pelatihan ini, karena jurbalistik bukanlah dunia saya.
 Banyak ilmu baru yang saya dapatkan dalam pelatihan ini. Menulis, dalam materi ini para peserta dituntut untuk menulis dengan cepat tentang apa yang ia lihat, menimbulkan pemikiran yang cepat, dan agar terbiasa dalam menulis. Wawancara, dalam materi ini narasumber didatangkan langsung dari wartawan Jawa Pos, banyak ilmu dan cara-cara wartawan dalam mencari berita yang aktual dan masih hangat. Wawasan pers, dalam materi ini peserta diperlihatakan bahwa betapa besarnya pengaruh pers dalam negara ini, dala kehidupan kita ini. Photojurnalism, materi ini sangatlah menyenagkan, meski bagi saya sudah biasa ternyata dunia foto sangat unik, dan masih banyak yang baru saya dapatkan dalam pelatihan ini. Corel draw, kita menggunalkan corel draw, disini peserta dituntut untuk membuat poster kegiatan dengan semenarik mungkin, sekreatif mungkin, namun cukup sulit bagi saya yang masih pemula dalam menggunakan corel draw. Blogging, di materi ini kita dituntun untuk membuat blog dan membuat postingan didalamnya, dan tentunya ini masih berhubungan dengan pers. Di hari terakhir, kita berkunjung ke ITS pers, disana peserta belajar banyak hal tentang pers yang ada di ITS. Setelah itu adalah Simtot atau simulasi total, disini semua peserta dituntut untuk bisa mengaplikasikan semua materi yang telah didapat saat pelatihan, yaitu meliput suatu kegiatan yang ada di ITS dan mempostingkan dalam Blog besertafotonya juga.
KPP
Kegiatan Pasca Pelatihan. Setelah pelatihan berakhir, tentunya sudah ada KPP yang menanti, hal ini bertujuan agar pelatihan yang diberikan tidak sia-sia dan dapat diaplikasikan oleh peserta. Cukup banyak KPP yang kami dapat. Pertama adalah, membuat buku forkom yang dikoordinir oleh kaforkom. Forkom kami sendiri bernama “FILTER”. Yang kedua adalah,membuat mading setiap kelompok. Yang ketiga adalah membuat blog dengan lima postingan didalamnya, diantaranya adalah : postingan tentang pelatjurdas, postingan tentang kondisi kekinian di ITS, tentang keteknikkimiaan, dan dua artikel bebas. KPP yang keempat adalah, mengikuti pelatjurjut di tingkat fakultas, pelatjurjut sendiri adalah Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut, pelatihan ini adalah lanjutan dari pelatjurdas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar