Pelatjurdas, atau kepanjangan dari Pelatihan Jurnalistik Dasar, adalah suatu bentuk pelatihan yang didasarkan pada kejurnalistikan tingkat dasar
Tidak banyak yang
bisa saya ceritakan disini, hanya berbagi sedikit pengalaman tentang apa yang saya
dapatkan dalam pelatihan ini. Mulai dari open recruitment, screening, pelatihan
dan yang terakhir adalah KPP.
Pengumpulan berkas,
Tak ada minat yang
terlalu besar bagi saya dalam mengikuti pelatihan ini, hanya saja banyak pula
teman saya yang ingin mengikuti pelatihan ini. Bagi saya mengikuti pelatihan
ini hanya ajang iseng-iseng saja atau hanya coba-coba, karena kejurnalistikan
bukanlah dunia saya sebenarnya. Pengumpulan berkasnya pun seperti administrasi pada
umumnya, diantaranya adalah foto, essay pengenalan diri dan essay kondisi
kekinian ITS.
Screening
Setelah melewati
tahap pengumpulan berkas, beberapa minggu kemudian adalah screening. Dalam
screening ini dibuat semenarik mungkin dan sangat menyenangkan. Saat pengenalan
diripun dibuat dengan menggunakan bahasa Inggris dan peserta dituntut semenarik
mungkin untuk memperkenalkan dirinya. Bisa bernyanyi, puisi, dialog atau yang
lain. Setelah perkenalan diri adalah tannya jawab, hal yang ditanyakan pun
bermacam-macam, mulai dari pelatjurdas, wawasan pers, essay yang sudah ditulis
dan wawasan tentang ITS. Setelah itu, peserta dituntut untuk mendiskripsikan
atau mempromosikan suatu barang dengan gaya out
of the box.
Pelatihan
Dalam screening, peserta disaring dan yang lolos, berhak
mengikuti pelatihan. Pelatihannya sangat menyenangkan, meski bagi saya ada juga
yang membuat saya jenuh, karena dari awal saya memang tidak begitu tertarik
untuk mengikuti pelatihan ini, karena jurbalistik bukanlah dunia saya.
Banyak ilmu baru yang saya dapatkan dalam
pelatihan ini. Menulis, dalam materi ini para peserta dituntut untuk menulis
dengan cepat tentang apa yang ia lihat, menimbulkan pemikiran yang cepat, dan
agar terbiasa dalam menulis. Wawancara, dalam materi ini narasumber didatangkan
langsung dari wartawan Jawa Pos, banyak ilmu dan cara-cara wartawan dalam
mencari berita yang aktual dan masih hangat. Wawasan pers, dalam materi ini
peserta diperlihatakan bahwa betapa besarnya pengaruh pers dalam negara ini,
dala kehidupan kita ini. Photojurnalism, materi ini sangatlah menyenagkan,
meski bagi saya sudah biasa ternyata dunia foto sangat unik, dan masih banyak
yang baru saya dapatkan dalam pelatihan ini. Corel draw, kita menggunalkan
corel draw, disini peserta dituntut untuk membuat poster kegiatan dengan
semenarik mungkin, sekreatif mungkin, namun cukup sulit bagi saya yang masih
pemula dalam menggunakan corel draw. Blogging, di materi ini kita dituntun
untuk membuat blog dan membuat postingan didalamnya, dan tentunya ini masih
berhubungan dengan pers. Di hari terakhir, kita berkunjung ke ITS pers, disana
peserta belajar banyak hal tentang pers yang ada di ITS. Setelah itu adalah
Simtot atau simulasi total, disini semua peserta dituntut untuk bisa
mengaplikasikan semua materi yang telah didapat saat pelatihan, yaitu meliput
suatu kegiatan yang ada di ITS dan mempostingkan dalam Blog besertafotonya
juga.
KPP
Kegiatan Pasca
Pelatihan. Setelah pelatihan berakhir, tentunya sudah ada KPP yang menanti, hal
ini bertujuan agar pelatihan yang diberikan tidak sia-sia dan dapat diaplikasikan
oleh peserta. Cukup banyak KPP yang kami dapat. Pertama adalah, membuat buku
forkom yang dikoordinir oleh kaforkom. Forkom kami sendiri bernama “FILTER”.
Yang kedua adalah,membuat mading setiap kelompok. Yang ketiga adalah membuat
blog dengan lima postingan didalamnya, diantaranya adalah : postingan tentang
pelatjurdas, postingan tentang kondisi kekinian di ITS, tentang
keteknikkimiaan, dan dua artikel bebas. KPP yang keempat adalah, mengikuti
pelatjurjut di tingkat fakultas, pelatjurjut sendiri adalah Pelatihan
Jurnalistik Tingkat Lanjut, pelatihan ini adalah lanjutan dari pelatjurdas

Tidak ada komentar:
Posting Komentar