Selasa, 24 April 2012

Terlalu Manis untuk Dilupakan

Malam yang mendung, tanpa bintang yang menghiasi. Bangku taman yang kotor karena runtuhan dedaunan. Lampu taman yang menerangi, dan baliho yang lambang himpunan jurusan kami. Ya, disanalah, Taman D3KKIM. Taman D3KKIM lah yang menjadi saksi permulaan kisah kami.
4 Maret 2012, kuberanikan diri memulai petualangan ini, tentunya adalah petualangan untuk menjelajahi hatinya. Malam ini adalah jadwal kami untuk merapatkan kegiatan yang akan dibuat oleh angkatan kami, kegiatan ini adalah malam keakraban. Aku berangkat ke kampus dengannya. Namun malam itu taman masih sepi, tak seorangpun yang ada disana.
Saat itu hanya aku, dan dia. Dan tak ada yang lain. Kubuka laptopku, sembari menyalakannya, kuberanikan diri untuk memulai memecah kesunyian. Kusapa namanya, dan ia pun menjawab. Kulanjutkan dengan kalimat kedua “aku pengen ngomong sesuatu”. Dia menjawab “apa?”. Hmmm.. kalimat itu sering kuulang-ulang karena aku tak berani mangungkapan apa yang ada dalam otakku yang rasanya ingin meledak. Sepi, dan kuulangi sekali lagi “mmm,, aku mau ngomong sesuatu ke kamu”, dan ia bertanya kembali “apa?”. Aku semakin tak berani mengungkapkan itu. Dia menatapku, dan betapa ggupnya aku malam itu, rasanya tak seperti yang aku bayangkan dan mungkin sangat jauh berbeda dari saat-saat latihanku di depan cermin.  Aku tahu, mungkin dia sudah tau apayang pengen aku omongin ke dia. Tapi tetap saja aku harus mengungkapkannya.
Brrreeemmm,, Suara dari jauh memecah kesunyian malam ini, tiba-tiba seorang datang dan ternyata dia adalah seorang seniorku di kampus. Saat motor masih jauh, kuberanikan dengan cepat ngomong ke dia, karena aku tak ingin malam ini gagal “Aku suka sama kamu vik” tiba-tiba suara itu muncul begitu saja dari mulutku. Dan seorang seniorkupun datang menghampiri kami setelah memakirkan motornya. Dan ia menanyakan sedang apa kita disini dan akhirnya kita berbicara masalah kegiatan yag akan kami buat. Ya Allah, betapa rasanya saya merasa bodoh menyia-nyiakan kesempatan yang engkau berikan T_T. Tak lama kemudian teman-teman yang lain datang dan akhirnya kita rapat.
Seusai rapat kucoba untuk melanjutkan omonganku yang tadi sempat tertunda dengannya. Masih di Taman D3KKIM, dengan keadaan berdiri aku mencoba beranikan diri, (toh dia juga udahh tau kan). Masih sempat tertahan, dan akhirnya berhasil juga “AKU SAYANG KAMU VIK, AKU PENGEN JADIAN SAMA KAMU” hehe, sempat malu-malu sendiri. Dan kami diam sejenak, dia terlihat berfikir dengan wajah yang sulit aku baca. Dia mencoba mengatakan sesuatu, namun ternyata jawaban yang ia katakan tak sesuai dengan apa yang aku harapkan. Dia mengatakan butuh waktu untuk berfikir. Aku cukup kecewa, namun aku mencoba tetap bersikap biasa. Hanya bisa bersabar dan tetap bersikap dewasa.
Keesokan harinya, kegiatan kami di kampus tetap berlangsung seperti biasa. Tak ada yang berubah saat aku menyatakan parasaanku kepadanya. Bahkan dia terlihat lebih manja dari biasanya. Sampai-sampai dia pamitan ke aku dengan mencium tanganku layaknya ia menhormatiku, dan ia menyuruhku untuk ngomong ke temenku untuk jagain dia saat latihan band. “Alhamdulillah, semoga ini peluang emas”, dalam batinku. Namun aku tak boleh terlalu senang, karena aku masih dalam status GeJe.
5 Maret 2012. Malam harinya kami ada asstansi ke senior, hanya berisi sharing-sharing ringan saja. Setelah assistansi tiba-tiba dia pengan ngomong sesuatu ke aku. Tak ada rasa yang wah dalam batinku. Hanya berfikir kalau diterima ya Alhamdulillah, kalau ditolak ya aku dah siap. Dia mengajakku ke tempat dimana aku mengungkapkan rasaku ke dia. Tepat di tempat itu dia ngomong “SOORRRYY YAA”. Dan aku menutup mata dan tak berani tuk membukanya. “AKU MAU JADI PACAR KAMU” dengan lancarnya ia mengatakannya padaku. Huuuuhhhh,, nafas panjang keluar dari mulutku. Dan ia berlari meninggalkanku. Ooo.. Dasar GeJeee.
Aku berharap cerita ini akan abadi dan tetap menjadi sejarah dalam hidupku. Meski GeJe yang penting ada makna di dalamnya.
Terima kasih kepada EVIKA DWI ROHMATIN, sebagai pengisi sejarah dalam hidupku

Kamis, 19 April 2012

ITS Ikuti Atlantic Challenge di Irlandia

Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya mengirim tim untuk mengikuti kejuaraan internasional bahari Atlantic Challenge di Irlandia. Sebanyak 20 mahasiswa berangkat mewakili Indonesia.
Kejuaraan yang berlangsung 21-29 Juli tersebut diikuti 16 negara. Tim Maritime Challenge ITS merupakan satu-satunya perwakilan dari Indonesia sekaligus Asia.
Ketua tim, Rikki Styadi, mengemukakan, tim melakukan persiapan selama lima bulan terakhir. "Kami latihan mendayung di Pantai Kenjeran (Surabaya) dan berlatih fisik di kampus," ujar Rikki, Selasa (17/4/2012), di Surabaya, Jawa Timur.
Tim terdiri dari 13 mahasiswa ITS dan 7 mahasiswa Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Lima di antaranya perempuan. Mereka tergabung dalam unit kegiatan mahasiswa Maritime Challenge.
ITS sudah enam kali mengikuti kejuaraan internasional dua tahunan ini sejak 2002. Untuk mengikuti kejuaraan ini, mereka membuat kapal sendiri bernama Rojo Segoro. Pembuatan kapal yang menghabiskan biaya sekitar Rp 80 juta ini dilakukan sejak Maret 2011 hingga Januari 2012. Kapal ini dibuat dari perpaduan material kayu mahoni, jati, pinus, waru, nyamplong, dan merbau.
"Berbeda dengan kapal sebelumnya, kapal Rojo Segoro dilapisi bambu sehingga bobotnya lebih ringan dibandingkan dengan kapal sebelumnya," tutur Rikki.
Kejuaraan Atlantic Challenge 2012 diadakan di Bantry Bay Gig, Irlandia. Pemenang dalam kejuaraan kapal layar ini ditentukan oleh kecepatan dayung, keterampilan kru, dan kecantikan kapal.
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengatakan, tim ini membawa nama Indonesia di kancah internasional sehingga perlu didukung. Lomba tersebut membuktikan, Indonesia sejatinya adalah negara bahari dan anak muda perlu menjadi bagiannya

KaOC


KaOC, atau yang sering disebut sebagai ketua pelaksana dalam suatu kegiatan. Orang yang menduduki jabatan ini dalam memanagemen suatu kegiatan tentunya harus memiliki jiwa tanggung jawab yang tinggi. Otak dari kegiatan itu berjalan seperti apa nantinya. Pemikiran yang jauh kedepan , dan tentunya satu-satunya orang yang gak mungkin bisa GABUT alias “Gaji Buta
Yahh, itu jabatan yang tak aku harapkan awalnya dalam kegiatan “EXXIIST” ini. Suatu kegiatan malam keakraban yang ada di program studi yang aku jalani. Kegiatan ini hanyalah KPP dari suatu pelatihan yang sudah aku lalui. Tak pernah terbayang bahwa nantinya akulah yang akan menjadi KaOC dalam acara ini. Aku terima saja saat mereka (teman-temanku) menunjukku untuk menjadi seorang KaOC. Waktu pertama kali aku ditunjuk yang terbenak dalam pikiranku tugas seorang KaOC hanyalah mencantumkan tanda tangan di proposal dan memberi sambutan saat acara berlangsung. Hmmm.. bodohnya saya..
Asisstansi ke pemandu. karena acara ini adalah suatu kegiatan  yang berlatarbelakang dari suatu KPP, maka dari setiap progress harus di assistansikan ke pemandu pelatihan. Assistansi pertama adalah yang sangat mengesankan bagiku. Semua ini merubah mindsetku tentang apa itu KaOC, apa tugasnya, dan bagaimana seorang KaOC bekerja. Yang mungkin dalam mindsetku hanyalah tandatangan di proposal dan sambutan sekarang berubah karena komentar-komentar pedas dari pemandu-pemanduku. Beberapa tips yang mungkin bisa dipakai untuk seoarng KaOC pemula adalah:
-          Buat kepanitiaan yang jelas
-          Buat SWOT (Strength, Weakness, Oportunity, Treath)
-          Buat ranah kerja yang jelas dari tiap SIE (Pra, Hari H, dan Pasca)
-          Buat PJK yang jelas pula (koordinasi dengan tiap SIE)
-          Koordinir tiap SIE
-          Selalu mem backup setiap kerja SIE
-          Tanyakan progress kerja setiap hari kepeda tiap SIE
-          Selalu beri semangat pada tiap panitia
-          MILIKI GREGET BAHWA ACARA ITU BISA TERLAKSANA
Apakah sulit?? Sebenarnya tidak terlalu sulit. Hanya saja mungkin pengalamanku yang masih kurang dalam kepemimpinan yang membuatku kualahan dalam memanagemen itu semua (alasan).
Curhat yoookk..
Buat PJK. Membuat PJK (Perencanaan Jadwal Kegiatan) adalah suatu perencanaan dari kegiatan untuk menentukan kerja tiap sie tiap  harinya, dan PJK ini dibuat oleh KaOC dengan persetujuan dari tiap sie tentunya. Membuat PJK tidaklah sulit, tapi mengaplikasikan dari PJK itu sendiri yang terasa berat untuk dilakukan, banyak kendala yang tidak terduga yang membuat PJK itu tidak sesuai target, dan akibatnya adalah kegiatan jadi molor dan diundur.

BERSAMBUNG…!

PELATJURDAS


Pelatjurdas, atau kepanjangan dari Pelatihan Jurnalistik Dasar, adalah suatu bentuk pelatihan yang didasarkan pada kejurnalistikan tingkat dasar
Tidak banyak yang bisa saya ceritakan disini, hanya berbagi sedikit pengalaman tentang apa yang saya dapatkan dalam pelatihan ini. Mulai dari open recruitment, screening, pelatihan dan yang terakhir adalah KPP.
Pengumpulan berkas,
Tak ada minat yang terlalu besar bagi saya dalam mengikuti pelatihan ini, hanya saja banyak pula teman saya yang ingin mengikuti pelatihan ini. Bagi saya mengikuti pelatihan ini hanya ajang iseng-iseng saja atau hanya coba-coba, karena kejurnalistikan bukanlah dunia saya sebenarnya. Pengumpulan berkasnya pun seperti administrasi pada umumnya, diantaranya adalah foto, essay pengenalan diri dan essay kondisi kekinian ITS.
Screening
Setelah melewati tahap pengumpulan berkas, beberapa minggu kemudian adalah screening. Dalam screening ini dibuat semenarik mungkin dan sangat menyenangkan. Saat pengenalan diripun dibuat dengan menggunakan bahasa Inggris dan peserta dituntut semenarik mungkin untuk memperkenalkan dirinya. Bisa bernyanyi, puisi, dialog atau yang lain. Setelah perkenalan diri adalah tannya jawab, hal yang ditanyakan pun bermacam-macam, mulai dari pelatjurdas, wawasan pers, essay yang sudah ditulis dan wawasan tentang ITS. Setelah itu, peserta dituntut untuk mendiskripsikan atau mempromosikan suatu barang dengan gaya out of the box.
Pelatihan
Dalam screening, peserta disaring dan yang lolos, berhak mengikuti pelatihan. Pelatihannya sangat menyenangkan, meski bagi saya ada juga yang membuat saya jenuh, karena dari awal saya memang tidak begitu tertarik untuk mengikuti pelatihan ini, karena jurbalistik bukanlah dunia saya.
 Banyak ilmu baru yang saya dapatkan dalam pelatihan ini. Menulis, dalam materi ini para peserta dituntut untuk menulis dengan cepat tentang apa yang ia lihat, menimbulkan pemikiran yang cepat, dan agar terbiasa dalam menulis. Wawancara, dalam materi ini narasumber didatangkan langsung dari wartawan Jawa Pos, banyak ilmu dan cara-cara wartawan dalam mencari berita yang aktual dan masih hangat. Wawasan pers, dalam materi ini peserta diperlihatakan bahwa betapa besarnya pengaruh pers dalam negara ini, dala kehidupan kita ini. Photojurnalism, materi ini sangatlah menyenagkan, meski bagi saya sudah biasa ternyata dunia foto sangat unik, dan masih banyak yang baru saya dapatkan dalam pelatihan ini. Corel draw, kita menggunalkan corel draw, disini peserta dituntut untuk membuat poster kegiatan dengan semenarik mungkin, sekreatif mungkin, namun cukup sulit bagi saya yang masih pemula dalam menggunakan corel draw. Blogging, di materi ini kita dituntun untuk membuat blog dan membuat postingan didalamnya, dan tentunya ini masih berhubungan dengan pers. Di hari terakhir, kita berkunjung ke ITS pers, disana peserta belajar banyak hal tentang pers yang ada di ITS. Setelah itu adalah Simtot atau simulasi total, disini semua peserta dituntut untuk bisa mengaplikasikan semua materi yang telah didapat saat pelatihan, yaitu meliput suatu kegiatan yang ada di ITS dan mempostingkan dalam Blog besertafotonya juga.
KPP
Kegiatan Pasca Pelatihan. Setelah pelatihan berakhir, tentunya sudah ada KPP yang menanti, hal ini bertujuan agar pelatihan yang diberikan tidak sia-sia dan dapat diaplikasikan oleh peserta. Cukup banyak KPP yang kami dapat. Pertama adalah, membuat buku forkom yang dikoordinir oleh kaforkom. Forkom kami sendiri bernama “FILTER”. Yang kedua adalah,membuat mading setiap kelompok. Yang ketiga adalah membuat blog dengan lima postingan didalamnya, diantaranya adalah : postingan tentang pelatjurdas, postingan tentang kondisi kekinian di ITS, tentang keteknikkimiaan, dan dua artikel bebas. KPP yang keempat adalah, mengikuti pelatjurjut di tingkat fakultas, pelatjurjut sendiri adalah Pelatihan Jurnalistik Tingkat Lanjut, pelatihan ini adalah lanjutan dari pelatjurdas

PROTEIN (MOROMI KEDELAI)


Pentingnya protein bagi kehidupan manusia sangat menunjang bagi para ilmuwan untuk menghasilkan suatu bahan makanan yang mengandung protein. Salah satunya adalah moromi kedelai edamame dan moromi kedelai local. Salah satu aplikasi industri yang menyangkut protein yakni: *Perbandingan Kualitas Moromi Kedelai Edamame dan Moromi Kedelai Lokal Menggunakan Kultur Tunggal Lactobacillus delbrueckii FNCC-045;*Laju Kerusakan Protein Serum Tikus Sprague dawley Akibat Radiasi Ultraviolet. 
1.3.1 Perbandingan Kualitas Moromi Kedelai Edamame dan Moromi Kedelai Lokal  Menggunakan Kultur Tunggal Lactobacillus delbrueckii FNCC-045
Telah dilakukan penelitian perbandingan kualitas moromi kedelai edamame dan moromi kedelai lokal menggunakan kultur tunggal L.delbrueckii FNCC-045. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas moromi kedelai edamame dan kedelai lokal menggunakan kultur tunggal bakteri L.delbrueckii FNCC-045 yang didasarkan pada analisis protein terlarut , total padatan terlarut, totl asam dan pH.
Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap,Hasil peneletian ini didapatkan bahwa nilai protein terlarut, total padatan terlarut, total asam dan pH pada minggu ke-2 sampai minggu ke-4 tidak berbeda nyata. Nilai untuk protein terlarut moromi kedelai edamame sebesar 0.42% dan moromi kedelai lokal sebesar 0.35%, total padatan terlarut untuk moromi kedelai edamame 19.20% dan maromi kedelai lokal sebesar 1.635% dan pH untuk maromi kedelai edamame sebesar 6,5 dan maromi kedelai lokal sebesar 6.21. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kualitas moromi dengan menggunakan kedelai edamame sama baiknya dengan menggunakan  kedelai lokal.
Proses fermentasi dalam pembuatan kecap dari bahan kedelai melalui 2 tahap yaitu fermentasi padat dengan menggunakan jamur disebut koji dan fermentasi cair yang menggunakan bakteri asam yang disebut moromi .Pada umumnya pembuatan moromi secara spontan. Keberhasilan fermentasi moromi sangat menentukan kualitas kecap yang dihasilkan. Prinsip pembuatan kecap secara fermentasi adalah proses hidrolisis protein dan senyawa-senyawa lainnya dari kedelai secara enzimatis oleh aktifitas mikroba.
Moromi merupakan fermentasi lanjutan satelah fermentasi padat. Hal-hal yang berkaitan erat dengan moromi adalah larutan garam dapur(NaCl) dan bakteri asam laktat. Faktor-faktor yang mempengaruhi tahap fermentasi moromi yaitu suhu, nutrisi, pH dan oksigen.
Analisis protin terlarut (metode formal, sudarmadji dkk) dengan mengambil 10 ml sampel dimasukkan kedalam erlemeyer kemudiaan ditambahkan 20 mL aquadest, 0,4 mL K-oksalat ditambah 1 mL pp 1% dan didiamkan selama 2 menit, kemudian dititrasi dengan 0.1 N NaOH sampai tercapai warna merah jambu. Setelah warna merah dicapai, ditambahkan 2 mL larutan formaldehid 37% dan dititrasi kembali dengan larutan NaOH sampai tercapai warna merah jambu lagi kemudian nilai titrasi kedua dicatat. Selanjutnya titrasi blanko yang terdiri dari 20 mL aquadest ditambah 0,4 mL K-Oksalat jenuh ditambah 1 mL indikator pp 1% ditambah 2 mL laritan formaldehid 37% dan yang terakhir dititrasi dengan larutan NaOH. Titer terkoreksi yaitu titrasi kedua dikurangi titrasi blanko merupakan titrasi formal.          Perhitungan % N :
% N = titrasi formal x N NaOH x 14,008 : gr contohx 10
% protein = % N x faktor konversi
Faktor konversi kedelai = 6,25
1.3.2  Laju Kerusakan Protein Serum Tikus Sprague dawley Akibat Radiasi Ultraviolet
Prosedur penelitian ada 2 tahap, yaitu tahap persiapan dan pelaksanaan. Tahap persiapan meliputi adaptasi 32 ekor tikus sprague dawley jantan selama 2 minggu. Tahap pelaksanaan salama 60 hari, dengan ketentuan sebelum perlakuan hewan coba ditimbang beratnya. Setelah siap, hewan pada tahap perlakuan diletakkan dalam kotak yang berukuran 100 x 50 x 58 cm untuk dilakukan pemajanan ultraviolet. Setalah 60 hari diambil darah untuk diukur kadar karbonil dan aktivitas katalase. Pemeriksaan kadar karbonil dilakukan dengan metode DMPH, yang adsorbansinya superektannya dibaca pada 350nm. Aktivitas katalase dinyatakan sebagai konstanta kecepatan reksi enzimatik katalase H2O2 pada adsorbansi 240nm. Dari data yang diperoleh, kemudian dihitung koefisien regresi liniernya.
Hasil pengukuran aktivitas katalase dan kadar karbonil dapat diasumsikan dengan laju pajanan UV dengan kadar karbonil mempunyai r =0.866. hal ini berarti bahwa lama pajanan UV mengakibatkan meningkatnya kerusakan protein.lama pajanan UV dengan aktivitas katalase memiliki r = 0,530. hal ini berarti bahwa lama pajanan UV menyebabkan penurunan aktivitas katalase. Dapat disimpulkan bahwa lama pajanan UV berpengaruh pada penurunan aktivitas katalase dan kadar karbonil. Koefisien koeralasi antara katalase dan kadar karbonil adalah -0.767. hal ini berrti bahwa setiap penurunan kadar katalase diikuti oleh peningkatan kerusakan protein.hal ini diduga akibat oksidasi O2 dengan residu asam amino penyusun katalase misalnya methionin, histidin, lisis, dan sistein. Akibatnya terjadi proses perubahan struktur asam amino penyusun katalase. Sehingga menjadi kurang aktif atau bahkan tidak aktif.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah: lama pajanan sinar UV menyebabkan penurunan aktivitas katalase dan peningkatan kerusakan protein yang ditandai oleh peningkatan kadar karbonil.