Jumat, 04 Mei 2012
Selasa, 24 April 2012
Terlalu Manis untuk Dilupakan
Malam yang mendung, tanpa bintang yang
menghiasi. Bangku taman yang kotor karena runtuhan dedaunan. Lampu taman yang
menerangi, dan baliho yang lambang himpunan jurusan kami. Ya, disanalah, Taman
D3KKIM. Taman D3KKIM lah yang menjadi saksi permulaan kisah kami.
4 Maret 2012, kuberanikan diri memulai
petualangan ini, tentunya adalah petualangan untuk menjelajahi hatinya. Malam
ini adalah jadwal kami untuk merapatkan kegiatan yang akan dibuat oleh angkatan
kami, kegiatan ini adalah malam keakraban. Aku berangkat ke kampus dengannya. Namun
malam itu taman masih sepi, tak seorangpun yang ada disana.
Saat itu hanya aku, dan dia. Dan tak ada yang
lain. Kubuka laptopku, sembari menyalakannya, kuberanikan diri untuk memulai
memecah kesunyian. Kusapa namanya, dan ia pun menjawab. Kulanjutkan dengan
kalimat kedua “aku pengen ngomong sesuatu”. Dia menjawab “apa?”. Hmmm.. kalimat
itu sering kuulang-ulang karena aku tak berani mangungkapan apa yang ada dalam
otakku yang rasanya ingin meledak. Sepi, dan kuulangi sekali lagi “mmm,, aku
mau ngomong sesuatu ke kamu”, dan ia bertanya kembali “apa?”. Aku semakin tak
berani mengungkapkan itu. Dia menatapku, dan betapa ggupnya aku malam itu,
rasanya tak seperti yang aku bayangkan dan mungkin sangat jauh berbeda dari
saat-saat latihanku di depan cermin. Aku
tahu, mungkin dia sudah tau apayang pengen aku omongin ke dia. Tapi tetap saja
aku harus mengungkapkannya.
Brrreeemmm,, Suara dari jauh memecah kesunyian
malam ini, tiba-tiba seorang datang dan ternyata dia adalah seorang seniorku di
kampus. Saat motor masih jauh, kuberanikan dengan cepat ngomong ke dia, karena
aku tak ingin malam ini gagal “Aku suka sama kamu vik” tiba-tiba suara itu
muncul begitu saja dari mulutku. Dan seorang seniorkupun datang menghampiri
kami setelah memakirkan motornya. Dan ia menanyakan sedang apa kita disini dan
akhirnya kita berbicara masalah kegiatan yag akan kami buat. Ya Allah, betapa
rasanya saya merasa bodoh menyia-nyiakan kesempatan yang engkau berikan T_T.
Tak lama kemudian teman-teman yang lain datang dan akhirnya kita rapat.
Seusai rapat kucoba untuk melanjutkan
omonganku yang tadi sempat tertunda dengannya. Masih di Taman D3KKIM, dengan
keadaan berdiri aku mencoba beranikan diri, (toh dia juga udahh tau kan). Masih
sempat tertahan, dan akhirnya berhasil juga “AKU SAYANG KAMU VIK, AKU PENGEN
JADIAN SAMA KAMU” hehe, sempat malu-malu sendiri. Dan kami diam sejenak, dia
terlihat berfikir dengan wajah yang sulit aku baca. Dia mencoba mengatakan
sesuatu, namun ternyata jawaban yang ia katakan tak sesuai dengan apa yang aku
harapkan. Dia mengatakan butuh waktu untuk berfikir. Aku cukup kecewa, namun
aku mencoba tetap bersikap biasa. Hanya bisa bersabar dan tetap bersikap
dewasa.
Keesokan harinya, kegiatan kami di kampus
tetap berlangsung seperti biasa. Tak ada yang berubah saat aku menyatakan
parasaanku kepadanya. Bahkan dia terlihat lebih manja dari biasanya.
Sampai-sampai dia pamitan ke aku dengan mencium tanganku layaknya ia
menhormatiku, dan ia menyuruhku untuk ngomong ke temenku untuk jagain dia saat
latihan band. “Alhamdulillah, semoga ini peluang emas”, dalam batinku. Namun
aku tak boleh terlalu senang, karena aku masih dalam status GeJe.
5 Maret 2012. Malam harinya kami ada asstansi
ke senior, hanya berisi sharing-sharing ringan saja. Setelah assistansi
tiba-tiba dia pengan ngomong sesuatu ke aku. Tak ada rasa yang wah dalam
batinku. Hanya berfikir kalau diterima ya Alhamdulillah, kalau ditolak ya aku
dah siap. Dia mengajakku ke tempat dimana aku mengungkapkan rasaku ke dia.
Tepat di tempat itu dia ngomong “SOORRRYY YAA”. Dan aku menutup mata dan tak
berani tuk membukanya. “AKU MAU JADI PACAR KAMU” dengan lancarnya ia
mengatakannya padaku. Huuuuhhhh,, nafas panjang keluar dari mulutku. Dan ia
berlari meninggalkanku. Ooo.. Dasar GeJeee.
Aku berharap cerita ini akan abadi dan tetap
menjadi sejarah dalam hidupku. Meski GeJe yang penting ada makna di dalamnya.
Terima kasih kepada EVIKA DWI ROHMATIN,
sebagai pengisi sejarah dalam hidupku
Kamis, 19 April 2012
ITS Ikuti Atlantic Challenge di Irlandia
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya mengirim tim untuk
mengikuti kejuaraan internasional bahari Atlantic Challenge di Irlandia.
Sebanyak 20 mahasiswa berangkat mewakili Indonesia.
Kejuaraan yang berlangsung 21-29 Juli tersebut diikuti 16 negara. Tim Maritime Challenge ITS merupakan satu-satunya perwakilan dari Indonesia sekaligus Asia.
Ketua tim, Rikki Styadi, mengemukakan, tim melakukan persiapan selama lima bulan terakhir. "Kami latihan mendayung di Pantai Kenjeran (Surabaya) dan berlatih fisik di kampus," ujar Rikki, Selasa (17/4/2012), di Surabaya, Jawa Timur.
Tim terdiri dari 13 mahasiswa ITS dan 7 mahasiswa Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Lima di antaranya perempuan. Mereka tergabung dalam unit kegiatan mahasiswa Maritime Challenge.
ITS sudah enam kali mengikuti kejuaraan internasional dua tahunan ini sejak 2002. Untuk mengikuti kejuaraan ini, mereka membuat kapal sendiri bernama Rojo Segoro. Pembuatan kapal yang menghabiskan biaya sekitar Rp 80 juta ini dilakukan sejak Maret 2011 hingga Januari 2012. Kapal ini dibuat dari perpaduan material kayu mahoni, jati, pinus, waru, nyamplong, dan merbau.
"Berbeda dengan kapal sebelumnya, kapal Rojo Segoro dilapisi bambu sehingga bobotnya lebih ringan dibandingkan dengan kapal sebelumnya," tutur Rikki.
Kejuaraan Atlantic Challenge 2012 diadakan di Bantry Bay Gig, Irlandia. Pemenang dalam kejuaraan kapal layar ini ditentukan oleh kecepatan dayung, keterampilan kru, dan kecantikan kapal.
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengatakan, tim ini membawa nama Indonesia di kancah internasional sehingga perlu didukung. Lomba tersebut membuktikan, Indonesia sejatinya adalah negara bahari dan anak muda perlu menjadi bagiannya
Kejuaraan yang berlangsung 21-29 Juli tersebut diikuti 16 negara. Tim Maritime Challenge ITS merupakan satu-satunya perwakilan dari Indonesia sekaligus Asia.
Ketua tim, Rikki Styadi, mengemukakan, tim melakukan persiapan selama lima bulan terakhir. "Kami latihan mendayung di Pantai Kenjeran (Surabaya) dan berlatih fisik di kampus," ujar Rikki, Selasa (17/4/2012), di Surabaya, Jawa Timur.
Tim terdiri dari 13 mahasiswa ITS dan 7 mahasiswa Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Lima di antaranya perempuan. Mereka tergabung dalam unit kegiatan mahasiswa Maritime Challenge.
ITS sudah enam kali mengikuti kejuaraan internasional dua tahunan ini sejak 2002. Untuk mengikuti kejuaraan ini, mereka membuat kapal sendiri bernama Rojo Segoro. Pembuatan kapal yang menghabiskan biaya sekitar Rp 80 juta ini dilakukan sejak Maret 2011 hingga Januari 2012. Kapal ini dibuat dari perpaduan material kayu mahoni, jati, pinus, waru, nyamplong, dan merbau.
"Berbeda dengan kapal sebelumnya, kapal Rojo Segoro dilapisi bambu sehingga bobotnya lebih ringan dibandingkan dengan kapal sebelumnya," tutur Rikki.
Kejuaraan Atlantic Challenge 2012 diadakan di Bantry Bay Gig, Irlandia. Pemenang dalam kejuaraan kapal layar ini ditentukan oleh kecepatan dayung, keterampilan kru, dan kecantikan kapal.
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengatakan, tim ini membawa nama Indonesia di kancah internasional sehingga perlu didukung. Lomba tersebut membuktikan, Indonesia sejatinya adalah negara bahari dan anak muda perlu menjadi bagiannya
KaOC
KaOC, atau yang sering disebut sebagai ketua
pelaksana dalam suatu kegiatan. Orang yang menduduki jabatan ini dalam
memanagemen suatu kegiatan tentunya harus memiliki jiwa tanggung jawab yang
tinggi. Otak dari kegiatan itu berjalan seperti apa nantinya. Pemikiran yang
jauh kedepan , dan tentunya satu-satunya orang yang gak mungkin bisa GABUT
alias “Gaji Buta”
Yahh, itu jabatan yang tak aku harapkan
awalnya dalam kegiatan “EXXIIST” ini. Suatu kegiatan malam keakraban yang ada
di program studi yang aku jalani. Kegiatan ini hanyalah KPP dari suatu
pelatihan yang sudah aku lalui. Tak pernah terbayang bahwa nantinya akulah yang
akan menjadi KaOC dalam acara ini. Aku terima saja saat mereka (teman-temanku)
menunjukku untuk menjadi seorang KaOC. Waktu pertama kali aku ditunjuk yang
terbenak dalam pikiranku tugas seorang KaOC hanyalah mencantumkan tanda tangan
di proposal dan memberi sambutan saat acara berlangsung. Hmmm.. bodohnya saya..
Asisstansi ke pemandu. karena acara ini adalah
suatu kegiatan yang berlatarbelakang
dari suatu KPP, maka dari setiap progress harus di assistansikan ke pemandu
pelatihan. Assistansi pertama adalah yang sangat mengesankan bagiku. Semua ini
merubah mindsetku tentang apa itu KaOC, apa tugasnya, dan bagaimana seorang
KaOC bekerja. Yang mungkin dalam mindsetku hanyalah tandatangan di proposal dan
sambutan sekarang berubah karena komentar-komentar pedas dari
pemandu-pemanduku. Beberapa tips yang mungkin bisa dipakai untuk seoarng KaOC
pemula adalah:
-
Buat kepanitiaan yang jelas
-
Buat SWOT (Strength, Weakness,
Oportunity, Treath)
-
Buat ranah kerja yang jelas dari
tiap SIE (Pra, Hari H, dan Pasca)
-
Buat PJK yang jelas pula
(koordinasi dengan tiap SIE)
-
Koordinir tiap SIE
-
Selalu mem backup setiap kerja SIE
-
Tanyakan progress kerja setiap
hari kepeda tiap SIE
-
Selalu beri semangat pada tiap
panitia
-
MILIKI GREGET BAHWA ACARA ITU BISA
TERLAKSANA
Apakah sulit?? Sebenarnya tidak terlalu sulit.
Hanya saja mungkin pengalamanku yang masih kurang dalam kepemimpinan yang
membuatku kualahan dalam memanagemen itu semua (alasan).
Curhat yoookk..
Buat PJK. Membuat PJK (Perencanaan Jadwal
Kegiatan) adalah suatu perencanaan dari kegiatan untuk menentukan kerja tiap
sie tiap harinya, dan PJK ini dibuat
oleh KaOC dengan persetujuan dari tiap sie tentunya. Membuat PJK tidaklah
sulit, tapi mengaplikasikan dari PJK itu sendiri yang terasa berat untuk
dilakukan, banyak kendala yang tidak terduga yang membuat PJK itu tidak sesuai
target, dan akibatnya adalah kegiatan jadi molor dan diundur.
BERSAMBUNG…!
PELATJURDAS
Pelatjurdas, atau kepanjangan dari Pelatihan Jurnalistik Dasar, adalah suatu bentuk pelatihan yang didasarkan pada kejurnalistikan tingkat dasar
Tidak banyak yang
bisa saya ceritakan disini, hanya berbagi sedikit pengalaman tentang apa yang saya
dapatkan dalam pelatihan ini. Mulai dari open recruitment, screening, pelatihan
dan yang terakhir adalah KPP.
Pengumpulan berkas,
Tak ada minat yang
terlalu besar bagi saya dalam mengikuti pelatihan ini, hanya saja banyak pula
teman saya yang ingin mengikuti pelatihan ini. Bagi saya mengikuti pelatihan
ini hanya ajang iseng-iseng saja atau hanya coba-coba, karena kejurnalistikan
bukanlah dunia saya sebenarnya. Pengumpulan berkasnya pun seperti administrasi pada
umumnya, diantaranya adalah foto, essay pengenalan diri dan essay kondisi
kekinian ITS.
Screening
Setelah melewati
tahap pengumpulan berkas, beberapa minggu kemudian adalah screening. Dalam
screening ini dibuat semenarik mungkin dan sangat menyenangkan. Saat pengenalan
diripun dibuat dengan menggunakan bahasa Inggris dan peserta dituntut semenarik
mungkin untuk memperkenalkan dirinya. Bisa bernyanyi, puisi, dialog atau yang
lain. Setelah perkenalan diri adalah tannya jawab, hal yang ditanyakan pun
bermacam-macam, mulai dari pelatjurdas, wawasan pers, essay yang sudah ditulis
dan wawasan tentang ITS. Setelah itu, peserta dituntut untuk mendiskripsikan
atau mempromosikan suatu barang dengan gaya out
of the box.
Pelatihan
Dalam screening, peserta disaring dan yang lolos, berhak
mengikuti pelatihan. Pelatihannya sangat menyenangkan, meski bagi saya ada juga
yang membuat saya jenuh, karena dari awal saya memang tidak begitu tertarik
untuk mengikuti pelatihan ini, karena jurbalistik bukanlah dunia saya.
Banyak ilmu baru yang saya dapatkan dalam
pelatihan ini. Menulis, dalam materi ini para peserta dituntut untuk menulis
dengan cepat tentang apa yang ia lihat, menimbulkan pemikiran yang cepat, dan
agar terbiasa dalam menulis. Wawancara, dalam materi ini narasumber didatangkan
langsung dari wartawan Jawa Pos, banyak ilmu dan cara-cara wartawan dalam
mencari berita yang aktual dan masih hangat. Wawasan pers, dalam materi ini
peserta diperlihatakan bahwa betapa besarnya pengaruh pers dalam negara ini,
dala kehidupan kita ini. Photojurnalism, materi ini sangatlah menyenagkan,
meski bagi saya sudah biasa ternyata dunia foto sangat unik, dan masih banyak
yang baru saya dapatkan dalam pelatihan ini. Corel draw, kita menggunalkan
corel draw, disini peserta dituntut untuk membuat poster kegiatan dengan
semenarik mungkin, sekreatif mungkin, namun cukup sulit bagi saya yang masih
pemula dalam menggunakan corel draw. Blogging, di materi ini kita dituntun
untuk membuat blog dan membuat postingan didalamnya, dan tentunya ini masih
berhubungan dengan pers. Di hari terakhir, kita berkunjung ke ITS pers, disana
peserta belajar banyak hal tentang pers yang ada di ITS. Setelah itu adalah
Simtot atau simulasi total, disini semua peserta dituntut untuk bisa
mengaplikasikan semua materi yang telah didapat saat pelatihan, yaitu meliput
suatu kegiatan yang ada di ITS dan mempostingkan dalam Blog besertafotonya
juga.
KPP
Kegiatan Pasca
Pelatihan. Setelah pelatihan berakhir, tentunya sudah ada KPP yang menanti, hal
ini bertujuan agar pelatihan yang diberikan tidak sia-sia dan dapat diaplikasikan
oleh peserta. Cukup banyak KPP yang kami dapat. Pertama adalah, membuat buku
forkom yang dikoordinir oleh kaforkom. Forkom kami sendiri bernama “FILTER”.
Yang kedua adalah,membuat mading setiap kelompok. Yang ketiga adalah membuat
blog dengan lima postingan didalamnya, diantaranya adalah : postingan tentang
pelatjurdas, postingan tentang kondisi kekinian di ITS, tentang
keteknikkimiaan, dan dua artikel bebas. KPP yang keempat adalah, mengikuti
pelatjurjut di tingkat fakultas, pelatjurjut sendiri adalah Pelatihan
Jurnalistik Tingkat Lanjut, pelatihan ini adalah lanjutan dari pelatjurdas
PROTEIN (MOROMI KEDELAI)
Pentingnya
protein bagi kehidupan manusia sangat menunjang bagi para ilmuwan untuk
menghasilkan suatu bahan makanan yang mengandung protein. Salah satunya adalah moromi kedelai edamame dan moromi kedelai local. Salah satu aplikasi industri yang menyangkut protein yakni: *Perbandingan Kualitas Moromi Kedelai
Edamame dan Moromi Kedelai Lokal Menggunakan Kultur Tunggal Lactobacillus
delbrueckii FNCC-045;*Laju Kerusakan Protein Serum Tikus Sprague dawley Akibat
Radiasi Ultraviolet.
1.3.1 Perbandingan Kualitas Moromi Kedelai
Edamame dan Moromi Kedelai Lokal
Menggunakan Kultur Tunggal Lactobacillus delbrueckii FNCC-045
Telah
dilakukan penelitian perbandingan kualitas moromi kedelai edamame dan moromi
kedelai lokal menggunakan kultur tunggal L.delbrueckii
FNCC-045. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas moromi kedelai
edamame dan kedelai lokal menggunakan kultur tunggal bakteri L.delbrueckii FNCC-045 yang didasarkan
pada analisis protein terlarut , total padatan terlarut, totl asam dan pH.
Penelitian ini
menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap,Hasil peneletian ini didapatkan bahwa
nilai protein terlarut, total padatan terlarut, total asam dan pH pada minggu
ke-2 sampai minggu ke-4 tidak berbeda nyata. Nilai untuk protein terlarut
moromi kedelai edamame sebesar 0.42% dan moromi kedelai lokal sebesar 0.35%,
total padatan terlarut untuk moromi kedelai edamame 19.20% dan maromi kedelai
lokal sebesar 1.635% dan pH untuk maromi kedelai edamame sebesar 6,5 dan maromi
kedelai lokal sebesar 6.21. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kualitas
moromi dengan menggunakan kedelai edamame sama baiknya dengan menggunakan kedelai lokal.
Proses
fermentasi dalam pembuatan kecap dari bahan kedelai melalui 2 tahap yaitu fermentasi
padat dengan menggunakan jamur disebut koji dan fermentasi cair yang
menggunakan bakteri asam yang disebut moromi .Pada umumnya pembuatan moromi
secara spontan. Keberhasilan fermentasi moromi sangat menentukan kualitas kecap
yang dihasilkan. Prinsip pembuatan kecap secara fermentasi adalah proses
hidrolisis protein dan senyawa-senyawa lainnya dari kedelai secara enzimatis
oleh aktifitas mikroba.
Moromi
merupakan fermentasi lanjutan satelah fermentasi padat. Hal-hal yang berkaitan erat dengan moromi adalah
larutan garam dapur(NaCl) dan bakteri asam laktat. Faktor-faktor yang
mempengaruhi tahap fermentasi moromi yaitu suhu, nutrisi, pH dan oksigen.
Analisis
protin terlarut (metode formal, sudarmadji dkk) dengan mengambil 10 ml sampel
dimasukkan kedalam erlemeyer kemudiaan ditambahkan 20 mL aquadest, 0,4 mL
K-oksalat ditambah 1 mL pp 1% dan didiamkan selama 2 menit, kemudian dititrasi
dengan 0.1 N NaOH sampai tercapai warna merah jambu. Setelah warna merah
dicapai, ditambahkan 2 mL larutan formaldehid 37% dan dititrasi kembali dengan
larutan NaOH sampai tercapai warna merah jambu lagi kemudian nilai titrasi
kedua dicatat. Selanjutnya titrasi blanko yang terdiri dari 20 mL aquadest
ditambah 0,4 mL K-Oksalat jenuh ditambah 1 mL indikator pp 1% ditambah 2 mL laritan
formaldehid 37% dan yang terakhir dititrasi dengan larutan NaOH. Titer
terkoreksi yaitu titrasi kedua dikurangi titrasi blanko merupakan titrasi
formal. Perhitungan % N :
% N = titrasi
formal x N NaOH x 14,008 : gr contohx 10
% protein = %
N x faktor konversi
Faktor
konversi kedelai = 6,25
1.3.2
Laju Kerusakan Protein Serum Tikus Sprague dawley Akibat Radiasi Ultraviolet.
Prosedur penelitian ada 2
tahap, yaitu tahap persiapan dan pelaksanaan. Tahap persiapan meliputi adaptasi
32 ekor tikus sprague dawley jantan selama 2 minggu. Tahap pelaksanaan salama
60 hari, dengan ketentuan sebelum perlakuan hewan coba ditimbang beratnya.
Setelah siap, hewan pada tahap perlakuan diletakkan dalam kotak yang berukuran
100 x 50 x 58 cm untuk dilakukan pemajanan ultraviolet. Setalah 60 hari diambil darah untuk diukur kadar
karbonil dan aktivitas katalase. Pemeriksaan kadar karbonil dilakukan dengan
metode DMPH, yang adsorbansinya superektannya dibaca pada 350nm. Aktivitas
katalase dinyatakan sebagai konstanta kecepatan reksi enzimatik katalase H2O2
pada adsorbansi 240nm. Dari data yang diperoleh, kemudian dihitung koefisien
regresi liniernya.
Hasil pengukuran aktivitas
katalase dan kadar karbonil dapat diasumsikan dengan laju pajanan UV dengan
kadar karbonil mempunyai r =0.866. hal ini berarti bahwa lama pajanan UV
mengakibatkan meningkatnya kerusakan protein.lama pajanan UV dengan aktivitas
katalase memiliki r = 0,530. hal ini berarti bahwa lama pajanan UV menyebabkan
penurunan aktivitas katalase. Dapat disimpulkan bahwa lama pajanan UV
berpengaruh pada penurunan aktivitas katalase dan kadar karbonil. Koefisien
koeralasi antara katalase dan kadar karbonil adalah -0.767. hal ini berrti
bahwa setiap penurunan kadar katalase diikuti oleh peningkatan kerusakan
protein.hal ini diduga akibat oksidasi O2 dengan residu asam amino penyusun
katalase misalnya methionin, histidin, lisis, dan sistein. Akibatnya terjadi
proses perubahan struktur asam amino penyusun katalase. Sehingga menjadi kurang
aktif atau bahkan tidak aktif.
Kesimpulan
yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah: lama pajanan sinar UV
menyebabkan penurunan aktivitas katalase dan peningkatan kerusakan protein yang
ditandai oleh peningkatan kadar karbonil.
Senin, 12 Maret 2012
Cinta dan Kenyataannya
Pada
hakikatnya cinta menunjukkan kita akan suatu kebahagiaan, namun kenapa didunia
ini banyak manusia mencintai namun bukan kebahagiaan yang didapat? Justru rasa
sakit hati dan kekecewaan yang ia dapatkan. Manusia tidaklah salah, karena
cinta adalah hak setiap manusia, namun apakah kita akan menyalahkan cinta?
Tentu juga tidak, karena memang pada dasarnya cinta itu adalah kebahagiaan.
Bagaimana dengan rasa sakit hati dan kekecewaan, itu hanya sisi lain dari
kehidupan ini.
Pengorbanan
yang mungkin sudah kita lakukan untuk mendapatkan cinta kadang tak sesuai
dengan apa yang kita inginkan. Dan bahkan bukan kebahagiaan yang kita dapat
karena pengorbanan kita, melainkan sakit hati dan kekecewaanlah yang kita
dapat. Itulah kenyataan, pahit bukan? Namun itu hanya bagian kecil dari
kehidupan ini.
Hmm,,
apa kita juga harus menyalahkan kenyataan? Tentu juga tidak. Sayangnya hidup
kita sudah ada yang mengatur, Dialah Sang sutradara hidup ini, Tuhan semesta
alam. Pahit bukan setelah apa yang telah kita lakukan setelah pengorbanan yang
kita lakukan, tapi Sang sutradara tak berkehendak akan hal itu. Namun
bersyukurlah, Tuhan sudah merencanakan yang terbaik untuk kita. Dia tak akan
membiarkan kita selalu terpuruk karena cinta.
Dunia
ini baik, dan pada hakikatnya menuju kebaikan. Jangan pernah berhenti untuk
mencintai, karena percayalah cinta hanya untuk kebahagiaan. Kegagalan bukanlah
akhir dari segalanya, apa yang telah kita lakukan akan dibalas olehNya di hari
esok yang lebih cerah.
Percayalah, Cinta akan menunjukkan kita kepada kebahagiaan.
Langganan:
Komentar (Atom)





