Senin, 02 September 2013

The Story of Malin Kundang

Once upon a time , in a remote village there is a family of fishermen in the coastal regions of West Sumatra . Cause to poor financial condition of the family , his father decided to make a living in the country by wading across a vast ocean . Malin 's father never returned to his home so his mother had to replace the position of Malin's father to make a living .
Malin including a smart kid but a little naughty . He often chasing chickens and hit him with a broom . One day, when Malin was chasing chickens , she tripped over a rock and hit a rock right arm injury . The wounds became trace dilengannya and can not be lost .
Feeling sorry for his mother who worked hard to make a living to raise themselves . Malin decided to go wander in order to become rich after returning home soon .
Initially Ms. Malin Kundang less agree , considering her husband never returned after going Malin wander but still insisted that he was willing to remove Malin eventually wander away aboard a merchant ship . During his time on the ship , Malin Kundang a lot to learn about seamanship on the crew who are experienced .
Along the way , suddenly climbed Malin Kundang ships were attacked by pirates . All merchandise traders who were on the ship seized by pirates . Even most of the crew and people on the ship were killed by the pirates . Malin Kundang lucky , he was hiding in a small space enclosed by wood that was not killed by the pirates .
Malin Kundang adrift at sea , until finally the host ship stranded on a beach . With the remaining power , Malin Kundang walked to the nearest village from the beach . Malin village where villagers stranded is very fertile . With tenacity and perseverance in work , Malin gradually managed to become a wealthy man . He has a lot of merchant ships with men of more than 100 people . After becoming rich , Malin Kundang marry a girl to be his wife .
News Kundang who has become rich and have been married to the mother also Malin Kundang . Mother Malin Kundang feel grateful and very happy his son had succeeded . Since then , Malin's mother every day to go to the dock , waiting for his son who might return to his hometown .
After a long marriage , Malin and his wife set sail with the crew as well as a lot of bodyguards . Malin's mother who saw the arrival of the ship to the dock saw two people who were standing on the deck of the ship . He believes that it is his standing , and his wife Malin Kundang .
Malin's mother was headed toward the ship . Once close enough , she saw the scars dilengan the right person , the more convinced his mother that he was approached Malin Kundang . " Malin Kundang , my son , why did you go so long without sending the news ? " , She said as she hugged Kundang . But look at the old woman who dressed shabby and dirty hug , Malin Kundang become angry even though he knew that the old woman was his mother , because she was embarrassed when it was known by his wife and his children .
Received such treatment from her son , Malin Kundang mother very angry . He had not expected her to be rebellious child . Not long after returning Kundang go sailing and on the way came a violent storm destroys the ship Malin Kundang . Amid the chaos, at the same time and another place Kundang mother was praying . Because of mounting anger , he shouted , "God, if he was my son Malin , I curse HIM TO BE ROCK ! "
Right after the Kundang body slowly becomes rigid and in time they finally shaped into a rock . Until now Kundang Stone can still be seen at a beach called Sweet Water beach , in the southern city of Padang , West Sumatra .

Prince of Diponegoro

Pangeran Diponegoro (Yogyakarta, November 11st 1785 - Makassar, January 8th, 1855) is one of the national heroes of the Republic of Indonesia. His tomb is located in Makassar.
Diponegoro was the eldest son Hamengkubuwana II, a king of Mataram in Yogyakarta. Diponegoro mother is R.A. Mangkarawati, namely a garwa ampeyan (wife nonpermaisuri) derived from Pacitan. Pangeran Diponegoro real name Raden Mas Ontowiryo.

War of Diponegoro began when the Dutch put stakes in the ground in the village owned Diponegoro Tegalrejo. At that time, he was already fed up with the behavior of the Dutch who do not respect the local customs and so exploit the people with taxation.

Diponegoro attitude which openly oppose the Dutch, the sympathy and support of the people. On the advice of Prince Mangkubumi, uncle, Diponegoro away from Tegalrejo, and made ​​headquarters in a cave called Goa Selarong. At that time, stated that the opposition is Diponegoro sabil war, resistance facing the infidels. The spirit of "war sabil" Diponegoro who waged an impact to the wider region and Kedu Pacitan. One of the religious leaders in Surakarta, Kyai Maja, joined forces with Diponegoro in Goa Selarong.

During this war the Dutch loss of no less than 15,000 soldiers and 20 million guilders.

Various ways continued effort to catch Diponegoro Netherlands. Even contest was dipergunaan. Gulden 50,000 prize awarded to anyone who can catch Diponegoro. Until finally Diponegoro was arrested in 1830

Jumat, 30 Agustus 2013

Pernahkah kamu membaca sebuah legenda tentang Syek Abdul Kadir Jailani tentang 'Kejujurannya'?

Jumat lalu, seusai aku sholat Juamat, aku menemukan sebuah lembaran yang menceritakan perjalanan Syeh aAbdul Qadir Jailani yang selalu menjunjung tinggi akan kejujurannya,,
DAHSYATNYA NILAI KEJUJURAN
Syaik Abdul Kadir Jailani adalah seorang ulama yamh terkenal dengan akhlaknya yang sangat mulia. sejak kecil dia sudah menjunjung tinggi akan makna sebuah kejujuran.. yang menakjubkan adalah kepatuhannya terhadap orangtuanya,,
suatu hari syek abdul kadir jailani meminta ijin kepada ibunya untuk pergi ke baghdad, guna menuntut ilmu, kemudian ibunya membekali beliau empat puluh dinar dan menjahitnya di bawah ketiak bajunya, dan berwasiat agar sang anak selalu jujur di setiap saat dan tempat
di tengan perjalanan dia di hadang oleh kawanan perampok menungggana kuda. rombongan perampok itu merampas semua barang-barang r khalifah. hingga suatu saat datang seoarang perampok kepada syek abdul dan bertanya "hai, berapa uangmu orang miskin?? karena ingat akan wasiat ibunya maka syek menjawab dengan jujur "Empat puluh dinar". sang perampok bertanya lagi, : "dimana kau sembunyikan uang itu?'' dan syek menjawab lagi "di baju, dibawah ketiakku, mendapat jawaban demikian sang perampok pergi meinggalkan syek abdul kadir jailani,ia berfikir bahwa anak itu telah mengejeknya, ia lebih memilih untuk perghi
tidak lama berselang datang lagi perampok, dan bertana dengan keadaan yang sama, dan syek Abdul Kadir menjawab dengan jawaban yang sama pula. dan perampok pergi meninggalkannya pula.
akhirnya kedua perampok yang telah mengintrgasi itu bertemu dengan pemimpinnya dan menceritakan tentang abdul kadir jailani.
ketika sang pemimpin perampok menanyak tenytang hal serupa, jawaban yang diberikan pun tidak berubanh., namun sang pemimpin perampok ini meminta agar syek membuka jahita yang ada di bawah ketiaknya. dan Syek abdul kadir dengan sukarela membukanya.
melihat apa yang dilihatnya, perampok itu terbelalak dan heran, mengapa korban yang dibidikya berperilaku sangat jujur.
"mengapa kamu mengaku?" tanya sang perampok. Abdul Kadir nmenjawab " Akuberjanji kepada ibuku untuk bersikap jujur, dan tidak ingin menghianati janji"
mendengar jawaban anak itu, hati sang perampok bergejolak, tubuhnya merinding dan btiran air mata menetes di kedua matanya, ia menangis haru mendengar jawaban dari Syek Abdul kadir Jailani. ia kemudian berkata "kamu tidak mau menghianati ibumu?? sedangkan selama ini aku menghianati janji terhadap Tuhanku"
Selanjutnya, sang perampok itu bertaubat dan mengikrakkan diri di hadapan Syeh Abdul Kadi Jailani.. mendapati pemimpinnya bertaubat, para anggota perampok pun semua ikut bertaubat. dan akhirnya mereka semua mengemalikan semua berang hasil rampokannya kepada para khalifah

begitulah cerita yang telah aku baca, dari cerita diatas banyak hikmah yang akan kita petik , sebuah pelajaran berharga bagaimana pentinya sebuah kejujuran

Selasa, 26 Februari 2013

KM ITS yang Berkarakter



Mahasiswa, jika berbicara tentang kata ini tidak akan luput dari yang namanya ilmu, tentu saja, mahasiswa adalah golongan manusia yang terkenal akan intelektualnya yang tinggi, memiliki ilmu yang lebih dari golongan yang lain. Karena itu, mahasiswa adalah generasi penerus bangsa yang sangat diharapkan keberadaannya dalam perubahan bangsa menjadi yang lebih baik. Dalam keberadaanya di Indonesia sendiri adalah sama, mereka adalah golongan yang memiliki pemikiran yang masih idealistis. Sepanjang sejarah, mahasiswa di berbagai bagian dunia telah mengambil peran penting dalam sejarah suatu negara. Miasalnya, di Indonesia pada Mei 1998, ribuan mahasiswa berhasil memaksa Presiden Soeharto untuk mundur dari jabatannya.
Dalam tulisan yang saya buat ini, saya akan membahas tentang mahasiswa ITS, khususnya adalah Keluarga Mahasiswa ITS atau yang biasa disebut KM ITS. Dalam setiap daerah atau Universitas yang berbeda tentu memiliki karakter yang berbeda dari yang lain. Dan harapannya memiliki sosok yang ideal sebagai ciri suatu kelompok tersebut. Pribadi yang ideal yang bisa menjadi karakter atau warna untuk KM ITS ini adalah mereka, “Pemuda yang Idealis, Patriotis, Disiplin, Mandiri, dan terus mau belajar dan bekerja keras, selalu berdialog dengan dirinya dan alam sekitarnya, sangat peka, jiwanya ‘selalu gelisah’, tidak puas akan keadaan yang ada, dan senang akan hal-hal yang rohani”. Dalam tulisan saya dibawah ini akan saya jabarkan satu per satu.
Pemuda yang Idealis, sudah saya jelaskan diatas bahwa seorang mahasiswa adalah mereka yang memiliki pemikiran yang idealis. Pemikiran idealis adalah pemikiran yang selalu dibawa seseorang dan akan sulit digoyahkan oleh orang lain, mereka adalah orang-orang yang bisa bertahan dengan argument dan prinsipnya serta tahu dan berusaha mendapatkan apa yang diinginkannya. Karena orang yang memiliki pemikiran yang idealis adalah mereka yang selalu ingin melakukan segala halnya secara sempurna dan benar sesuai dengan pengalaman atau kejadian yang dialaminya.
Patriotis adalah sikap berani, pantang menyerah, dan rela berkorban demi nusa dan bangsa. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya memiliki aura perjuangan dan kepahlawanan, sesuai dengan nama dan kota kampus ini berada. harapannya adalah semangat para pahlawan mampu menjadi penggerak dasar perjuangan mahasiswa ITS. tidak hanya belajar, seorang mahasiswa harus memiliki rasa cinta yang sangat tinggi terhadap bangsa dan negaranya. Karena tentu saja mahasiswalah yang nantinya akan menjadi penerus bangsa yang diharapkan dapat membangun bangsa ini menjadi lebih baik.
Disiplin adalah sikap yang harus ditegakkan oleh setiap individu. perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang menjadi tanggung jawabnya. Sikap ini tentunya harus dimiliki oleh setiap mahasiswa, yang mana dalam pelaksanaannya masalah disiplin ini masih menjadi suatu hal yang sangat sulit untuk dipraktekkan. Telat rapat sudah menjadi hal yang biasa. Maka dari itu sikap disiplin ini harus dikembangkan. Karena sikap ini akan selalu dibutuhkan setiap individu di setiap lingkungan, bahkan dunia kerja nanti.
Mandiri, suatu sikap yang tidak selalu bergantung pada orang lain. Sebagai mahasiswa yang nantinya bergerak dalam perkembangan teknologi, sikap mandiri ini haruslah ditegakkan guna melatih mahasiswa yang nantinya tidak hanya meniru teknologi yang sudah ada, namun menciptakan hal baru untuk kemajuan bangsa dan negara. Pribadi mandiri adalah pribadi yang berani, mau belajar, dan mau berlatih berdasarkan pengalaman hidupnya. ia melihat, mencoba, dan merasakan sendiri hal-hal tertentu yang memang sudah seharusnya dilakukan. “dari mahasiswa, oleh mahasiswa, dan untuk mahasiswa” kalimat yang selalu dilantunkan sebagai bukti ke-independensi mahasiswa yang tidak terikat. Tentu ini juga diharapkan mampu tercermin juga terhadap setiap individu mahasiswa KM ITS
Terus mau belajar dan bekerja keras. Layaknya seorang pejuang yang takkan pernah letih yang tercantum dalam hymne ITS, kita dituntut untuk menjadi pemuda yang tangguh menghadapi persoalan-persoalan yang ada di dalam kampus maupun di masyarakat. Pada hakikatnya kunci sukses pada kehidupan setiap individu adalah menjadi pribadi yang terus belajar dan mau bekerja keras. Sikap ini harus dilatih karena membutuhkan sikap terbiasa, dengan demikian juga akan memberikan pengaruh positif yang sangat tinggi.
Selalu berdialog dengan dirinya dan alam sekitarnya, yang saya maksudkan disini adalah orang yang selalu memikirkan solusi akan permasalahan-permasalahan yang ada di lingkungannya, lingkungan jurusan, kampus, bangsa, bahkan sampai solusi terhadap  permasalahan Internasional. Yang saya maksudkan dengan berdialog dengan dirinya sendiri adalah selalu berintropeksi diri, mencari kekurangan diri dan selalu ingin mengembangkan diri menjadi pribadi yang semakin baik.
Sangat peka terhadap permasalahan yang ada dilingkungannya. Diharapkan dari mahasiswa KM ITS mampu menjadi mahasiswa yang peka terhadap permasalahan yang ada di lingkungannya. Bahkan juga ikut serta merasakan permasalahan yang ada di masyarakat. Ikut dalam kegiatan pengabdian masyarakat sesuai dengan peran dan fungsinya sebagai mahasiswa.
Jiwanya ‘selalu gelisah’ tidak puas akan keadaan yang ada, gelisah disini yang saya maksudkan adalah tidak pernah merasa puas akan apa yang pernah ia peroleh, selalu berusaha menjadi yang lebih baik dan lebih baik. Makanya akan tumbuh pula sikap yang selalu berudsaha dan pantang menyerah dalam menghadapi permasalahan yang ada.
Senang akan hal-hal yang rohani, kecerdasan intelektual dan emotional tidak akan cukup jika tanpa kecerdasan spiritual. Kecerdasan spiritual disini akan membantu manusia dalam mengembangkan dirinya secara utuh melalui penciptaan kemungkinan untuk menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupannya. Hal ini ditunjukkan dengan kesadaran seseorang untuk menggunakan pengalamannya sebagai bentuk penerapan nilai dan makna dapat juga ditandai dengan kemampuan seseorang untuk bersikap fleksibel dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, memiliki tingkat kesadaran yang tinggi, mampu menghadapi penderitaan dan rasa sakit, mampu mengambil pelajaran yang berharga dari suatu kegagalan, mampu mewujudkan hidup sesuai dengan visi dan misi, mampu melihat keterkaitan antara berbagai hal, mandiri, serta pada akhirnya membuat seseorang mengerti akan makna hidupnya. Demikian dasar pemikiran yang bias saya dapatkan, semoga dapat membentuk KM ITS yang lebih baik.

Jumat, 04 Mei 2012

Pelajaran Sang Keledai

Suatu Hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur.
Sementara si petani, sang pemiliknya memikirkan apa yang harus dilakukannya.

Akhirnya, dia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga
perlu ditimbun karena berbahaya. Jadi tidak berguna menolong si keledai.
Ia mengajak tetangganya untuk membantunya.
Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia meronta-ronta.
Tetapi kemudian, ia menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah
dituangkan ke dalam sumur, si petani tercengang melihatnya.

Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan
kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan.
Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa
punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.

Si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan itu,
namun si keledai juga terus mengguncangkan badannya dan kemudian
melangkah naik.
Si keledai akhirnya bisa meloncat dari sumur dan melarikan diri.

Apa hikmah dari cerita di atas?
Kehidupan tentu akan selalu menuangkan segala macam persoalan dan masalah.
Cara untuk keluar dari masalah (kesedihan, keterpurukan, kemiskinan) itu adalah dengan mengguncangkan segala macam kotoran
dari dalam diri, pikiran, dan hati kita agar dapat melangkah naik
dan bangkit menuju keberhasilan.
Jadikan persoalan hidup yang ada merupakan satu batu pijakan untuk
melangkah. Kita dapat keluar dari “sumur” terdalam  dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah.
Penuhilah diri kita dengan pikiran-pikiran optimis dan positif lalu melangkahlah naik.

“Cara untuk menjadi terdepan adalah dengan memulai melangkah.
Jika memulai sekarang, bulan depan anda akan tahu banyak hal yang
sekarang tidak anda ketahui, dan anda tidak akan mengetahui masa
depan jika anda menunggu-nuggu..”
(Willian – Feather)

Semoga bermanfaat... :)

Selasa, 24 April 2012

Terlalu Manis untuk Dilupakan

Malam yang mendung, tanpa bintang yang menghiasi. Bangku taman yang kotor karena runtuhan dedaunan. Lampu taman yang menerangi, dan baliho yang lambang himpunan jurusan kami. Ya, disanalah, Taman D3KKIM. Taman D3KKIM lah yang menjadi saksi permulaan kisah kami.
4 Maret 2012, kuberanikan diri memulai petualangan ini, tentunya adalah petualangan untuk menjelajahi hatinya. Malam ini adalah jadwal kami untuk merapatkan kegiatan yang akan dibuat oleh angkatan kami, kegiatan ini adalah malam keakraban. Aku berangkat ke kampus dengannya. Namun malam itu taman masih sepi, tak seorangpun yang ada disana.
Saat itu hanya aku, dan dia. Dan tak ada yang lain. Kubuka laptopku, sembari menyalakannya, kuberanikan diri untuk memulai memecah kesunyian. Kusapa namanya, dan ia pun menjawab. Kulanjutkan dengan kalimat kedua “aku pengen ngomong sesuatu”. Dia menjawab “apa?”. Hmmm.. kalimat itu sering kuulang-ulang karena aku tak berani mangungkapan apa yang ada dalam otakku yang rasanya ingin meledak. Sepi, dan kuulangi sekali lagi “mmm,, aku mau ngomong sesuatu ke kamu”, dan ia bertanya kembali “apa?”. Aku semakin tak berani mengungkapkan itu. Dia menatapku, dan betapa ggupnya aku malam itu, rasanya tak seperti yang aku bayangkan dan mungkin sangat jauh berbeda dari saat-saat latihanku di depan cermin.  Aku tahu, mungkin dia sudah tau apayang pengen aku omongin ke dia. Tapi tetap saja aku harus mengungkapkannya.
Brrreeemmm,, Suara dari jauh memecah kesunyian malam ini, tiba-tiba seorang datang dan ternyata dia adalah seorang seniorku di kampus. Saat motor masih jauh, kuberanikan dengan cepat ngomong ke dia, karena aku tak ingin malam ini gagal “Aku suka sama kamu vik” tiba-tiba suara itu muncul begitu saja dari mulutku. Dan seorang seniorkupun datang menghampiri kami setelah memakirkan motornya. Dan ia menanyakan sedang apa kita disini dan akhirnya kita berbicara masalah kegiatan yag akan kami buat. Ya Allah, betapa rasanya saya merasa bodoh menyia-nyiakan kesempatan yang engkau berikan T_T. Tak lama kemudian teman-teman yang lain datang dan akhirnya kita rapat.
Seusai rapat kucoba untuk melanjutkan omonganku yang tadi sempat tertunda dengannya. Masih di Taman D3KKIM, dengan keadaan berdiri aku mencoba beranikan diri, (toh dia juga udahh tau kan). Masih sempat tertahan, dan akhirnya berhasil juga “AKU SAYANG KAMU VIK, AKU PENGEN JADIAN SAMA KAMU” hehe, sempat malu-malu sendiri. Dan kami diam sejenak, dia terlihat berfikir dengan wajah yang sulit aku baca. Dia mencoba mengatakan sesuatu, namun ternyata jawaban yang ia katakan tak sesuai dengan apa yang aku harapkan. Dia mengatakan butuh waktu untuk berfikir. Aku cukup kecewa, namun aku mencoba tetap bersikap biasa. Hanya bisa bersabar dan tetap bersikap dewasa.
Keesokan harinya, kegiatan kami di kampus tetap berlangsung seperti biasa. Tak ada yang berubah saat aku menyatakan parasaanku kepadanya. Bahkan dia terlihat lebih manja dari biasanya. Sampai-sampai dia pamitan ke aku dengan mencium tanganku layaknya ia menhormatiku, dan ia menyuruhku untuk ngomong ke temenku untuk jagain dia saat latihan band. “Alhamdulillah, semoga ini peluang emas”, dalam batinku. Namun aku tak boleh terlalu senang, karena aku masih dalam status GeJe.
5 Maret 2012. Malam harinya kami ada asstansi ke senior, hanya berisi sharing-sharing ringan saja. Setelah assistansi tiba-tiba dia pengan ngomong sesuatu ke aku. Tak ada rasa yang wah dalam batinku. Hanya berfikir kalau diterima ya Alhamdulillah, kalau ditolak ya aku dah siap. Dia mengajakku ke tempat dimana aku mengungkapkan rasaku ke dia. Tepat di tempat itu dia ngomong “SOORRRYY YAA”. Dan aku menutup mata dan tak berani tuk membukanya. “AKU MAU JADI PACAR KAMU” dengan lancarnya ia mengatakannya padaku. Huuuuhhhh,, nafas panjang keluar dari mulutku. Dan ia berlari meninggalkanku. Ooo.. Dasar GeJeee.
Aku berharap cerita ini akan abadi dan tetap menjadi sejarah dalam hidupku. Meski GeJe yang penting ada makna di dalamnya.
Terima kasih kepada EVIKA DWI ROHMATIN, sebagai pengisi sejarah dalam hidupku

Kamis, 19 April 2012

ITS Ikuti Atlantic Challenge di Irlandia

Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya mengirim tim untuk mengikuti kejuaraan internasional bahari Atlantic Challenge di Irlandia. Sebanyak 20 mahasiswa berangkat mewakili Indonesia.
Kejuaraan yang berlangsung 21-29 Juli tersebut diikuti 16 negara. Tim Maritime Challenge ITS merupakan satu-satunya perwakilan dari Indonesia sekaligus Asia.
Ketua tim, Rikki Styadi, mengemukakan, tim melakukan persiapan selama lima bulan terakhir. "Kami latihan mendayung di Pantai Kenjeran (Surabaya) dan berlatih fisik di kampus," ujar Rikki, Selasa (17/4/2012), di Surabaya, Jawa Timur.
Tim terdiri dari 13 mahasiswa ITS dan 7 mahasiswa Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya. Lima di antaranya perempuan. Mereka tergabung dalam unit kegiatan mahasiswa Maritime Challenge.
ITS sudah enam kali mengikuti kejuaraan internasional dua tahunan ini sejak 2002. Untuk mengikuti kejuaraan ini, mereka membuat kapal sendiri bernama Rojo Segoro. Pembuatan kapal yang menghabiskan biaya sekitar Rp 80 juta ini dilakukan sejak Maret 2011 hingga Januari 2012. Kapal ini dibuat dari perpaduan material kayu mahoni, jati, pinus, waru, nyamplong, dan merbau.
"Berbeda dengan kapal sebelumnya, kapal Rojo Segoro dilapisi bambu sehingga bobotnya lebih ringan dibandingkan dengan kapal sebelumnya," tutur Rikki.
Kejuaraan Atlantic Challenge 2012 diadakan di Bantry Bay Gig, Irlandia. Pemenang dalam kejuaraan kapal layar ini ditentukan oleh kecepatan dayung, keterampilan kru, dan kecantikan kapal.
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengatakan, tim ini membawa nama Indonesia di kancah internasional sehingga perlu didukung. Lomba tersebut membuktikan, Indonesia sejatinya adalah negara bahari dan anak muda perlu menjadi bagiannya