Selasa, 26 Februari 2013

KM ITS yang Berkarakter



Mahasiswa, jika berbicara tentang kata ini tidak akan luput dari yang namanya ilmu, tentu saja, mahasiswa adalah golongan manusia yang terkenal akan intelektualnya yang tinggi, memiliki ilmu yang lebih dari golongan yang lain. Karena itu, mahasiswa adalah generasi penerus bangsa yang sangat diharapkan keberadaannya dalam perubahan bangsa menjadi yang lebih baik. Dalam keberadaanya di Indonesia sendiri adalah sama, mereka adalah golongan yang memiliki pemikiran yang masih idealistis. Sepanjang sejarah, mahasiswa di berbagai bagian dunia telah mengambil peran penting dalam sejarah suatu negara. Miasalnya, di Indonesia pada Mei 1998, ribuan mahasiswa berhasil memaksa Presiden Soeharto untuk mundur dari jabatannya.
Dalam tulisan yang saya buat ini, saya akan membahas tentang mahasiswa ITS, khususnya adalah Keluarga Mahasiswa ITS atau yang biasa disebut KM ITS. Dalam setiap daerah atau Universitas yang berbeda tentu memiliki karakter yang berbeda dari yang lain. Dan harapannya memiliki sosok yang ideal sebagai ciri suatu kelompok tersebut. Pribadi yang ideal yang bisa menjadi karakter atau warna untuk KM ITS ini adalah mereka, “Pemuda yang Idealis, Patriotis, Disiplin, Mandiri, dan terus mau belajar dan bekerja keras, selalu berdialog dengan dirinya dan alam sekitarnya, sangat peka, jiwanya ‘selalu gelisah’, tidak puas akan keadaan yang ada, dan senang akan hal-hal yang rohani”. Dalam tulisan saya dibawah ini akan saya jabarkan satu per satu.
Pemuda yang Idealis, sudah saya jelaskan diatas bahwa seorang mahasiswa adalah mereka yang memiliki pemikiran yang idealis. Pemikiran idealis adalah pemikiran yang selalu dibawa seseorang dan akan sulit digoyahkan oleh orang lain, mereka adalah orang-orang yang bisa bertahan dengan argument dan prinsipnya serta tahu dan berusaha mendapatkan apa yang diinginkannya. Karena orang yang memiliki pemikiran yang idealis adalah mereka yang selalu ingin melakukan segala halnya secara sempurna dan benar sesuai dengan pengalaman atau kejadian yang dialaminya.
Patriotis adalah sikap berani, pantang menyerah, dan rela berkorban demi nusa dan bangsa. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya memiliki aura perjuangan dan kepahlawanan, sesuai dengan nama dan kota kampus ini berada. harapannya adalah semangat para pahlawan mampu menjadi penggerak dasar perjuangan mahasiswa ITS. tidak hanya belajar, seorang mahasiswa harus memiliki rasa cinta yang sangat tinggi terhadap bangsa dan negaranya. Karena tentu saja mahasiswalah yang nantinya akan menjadi penerus bangsa yang diharapkan dapat membangun bangsa ini menjadi lebih baik.
Disiplin adalah sikap yang harus ditegakkan oleh setiap individu. perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya termasuk melakukan pekerjaan tertentu yang menjadi tanggung jawabnya. Sikap ini tentunya harus dimiliki oleh setiap mahasiswa, yang mana dalam pelaksanaannya masalah disiplin ini masih menjadi suatu hal yang sangat sulit untuk dipraktekkan. Telat rapat sudah menjadi hal yang biasa. Maka dari itu sikap disiplin ini harus dikembangkan. Karena sikap ini akan selalu dibutuhkan setiap individu di setiap lingkungan, bahkan dunia kerja nanti.
Mandiri, suatu sikap yang tidak selalu bergantung pada orang lain. Sebagai mahasiswa yang nantinya bergerak dalam perkembangan teknologi, sikap mandiri ini haruslah ditegakkan guna melatih mahasiswa yang nantinya tidak hanya meniru teknologi yang sudah ada, namun menciptakan hal baru untuk kemajuan bangsa dan negara. Pribadi mandiri adalah pribadi yang berani, mau belajar, dan mau berlatih berdasarkan pengalaman hidupnya. ia melihat, mencoba, dan merasakan sendiri hal-hal tertentu yang memang sudah seharusnya dilakukan. “dari mahasiswa, oleh mahasiswa, dan untuk mahasiswa” kalimat yang selalu dilantunkan sebagai bukti ke-independensi mahasiswa yang tidak terikat. Tentu ini juga diharapkan mampu tercermin juga terhadap setiap individu mahasiswa KM ITS
Terus mau belajar dan bekerja keras. Layaknya seorang pejuang yang takkan pernah letih yang tercantum dalam hymne ITS, kita dituntut untuk menjadi pemuda yang tangguh menghadapi persoalan-persoalan yang ada di dalam kampus maupun di masyarakat. Pada hakikatnya kunci sukses pada kehidupan setiap individu adalah menjadi pribadi yang terus belajar dan mau bekerja keras. Sikap ini harus dilatih karena membutuhkan sikap terbiasa, dengan demikian juga akan memberikan pengaruh positif yang sangat tinggi.
Selalu berdialog dengan dirinya dan alam sekitarnya, yang saya maksudkan disini adalah orang yang selalu memikirkan solusi akan permasalahan-permasalahan yang ada di lingkungannya, lingkungan jurusan, kampus, bangsa, bahkan sampai solusi terhadap  permasalahan Internasional. Yang saya maksudkan dengan berdialog dengan dirinya sendiri adalah selalu berintropeksi diri, mencari kekurangan diri dan selalu ingin mengembangkan diri menjadi pribadi yang semakin baik.
Sangat peka terhadap permasalahan yang ada dilingkungannya. Diharapkan dari mahasiswa KM ITS mampu menjadi mahasiswa yang peka terhadap permasalahan yang ada di lingkungannya. Bahkan juga ikut serta merasakan permasalahan yang ada di masyarakat. Ikut dalam kegiatan pengabdian masyarakat sesuai dengan peran dan fungsinya sebagai mahasiswa.
Jiwanya ‘selalu gelisah’ tidak puas akan keadaan yang ada, gelisah disini yang saya maksudkan adalah tidak pernah merasa puas akan apa yang pernah ia peroleh, selalu berusaha menjadi yang lebih baik dan lebih baik. Makanya akan tumbuh pula sikap yang selalu berudsaha dan pantang menyerah dalam menghadapi permasalahan yang ada.
Senang akan hal-hal yang rohani, kecerdasan intelektual dan emotional tidak akan cukup jika tanpa kecerdasan spiritual. Kecerdasan spiritual disini akan membantu manusia dalam mengembangkan dirinya secara utuh melalui penciptaan kemungkinan untuk menerapkan nilai-nilai positif dalam kehidupannya. Hal ini ditunjukkan dengan kesadaran seseorang untuk menggunakan pengalamannya sebagai bentuk penerapan nilai dan makna dapat juga ditandai dengan kemampuan seseorang untuk bersikap fleksibel dan mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan, memiliki tingkat kesadaran yang tinggi, mampu menghadapi penderitaan dan rasa sakit, mampu mengambil pelajaran yang berharga dari suatu kegagalan, mampu mewujudkan hidup sesuai dengan visi dan misi, mampu melihat keterkaitan antara berbagai hal, mandiri, serta pada akhirnya membuat seseorang mengerti akan makna hidupnya. Demikian dasar pemikiran yang bias saya dapatkan, semoga dapat membentuk KM ITS yang lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar